Minggu, 13 Desember 2015

Jangan Takut Menjadi Investor Cerdas (mulai menabung saham sejak dini)

Masyarakat masih banyak yang ragu dalam menginvestasikan uang mereka selain dalam tabungan atau asuransi karena khawatir akan mengalami kerugian. Padahal tahukan anda bahwa semua membutuhkan proses dan kesabaran. Jika anda melakukan langkah yang tepat anda akan meraih kesuksesan yang luar biasa dalam berinvestasi. Yang anda perlukan adalah menjadi investor yang cerdas bersabarlah dan nikmatilah hasilnya.
Untuk menjadi seorang Investor anda perlu melakukan:

  1. Analisa Profil diri anda. Anda perlu menganalisis ingin memposisikan diri sebagai investor seperti apa. Evaluasi pendanaan anda untuk modal memulai investasi. Pergunakan dana cadangan yang tidak akan anda gunakan dalam jangka waktu 5 tahun.
  2. Persiapkan diri anda untuk hidup sederhana. Langkah ini adalah langkah yang berat terlebih lagi dengan kemajuan teknologi dan informasi yang serba canggih. Keinginan untuk mengupdate gadget dan lifestyle. Kita harus berusaha hidup sederhana dengan menganalisis kebutuhan hidup.
  3. Kemudian kembangkanlah aset anda dengan strategi mengalokasikan dana anda dalam beberapa jenis investasi. Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalkan resiko dan memaksimalkan keuntungan. Jangan pernah menginvestasi dana anda dalam satu jenis investasi saja.
  4. Anda dapat menempatkan investasi dalam bentuk reksadana atau langsung di pasar saham. Yang perlu anda lakukan analisis secara mendalam terkait bisnis yang dilakukan, finansial dan liquiditas perusahaan tersebut. Pilih perusahaan yang masih dalam posisi embrio dan akan berkembang. Masuk saat harga saham tersebut sedang terkoreksi. Anda dapat menginvestasikan secara bertahap.
  5. Seimbangkan portofolio anda secara periodik. Hal ini sangat penting anda lakukan disarankan setiap tahun anda perlu menganalisa portofolio yang anda miliki.


Kunci sukses untuk menjadi Investor yang cerdas adalah hidup sederhana dan bersabar (tunggu momen yang tepat untuk membeli dan momen yang tepat untuk menjual). Jadi selamat memulai menjadi investor yang cerdas.

Salam,
Dewi Adi Putri

Trader atau Investor

Para pemain di pasar saham yang menganggap dirinya adalah seorang trader tapi tak sedikit pula yang mengklaim dirinya adalah investor. Tapi apa beda antara trader dan investor? Saya akan mencoba menggambarkan perbedaannya secara sederhana.

Trader adalah sebutan untuk seseorang yang melakukan jual beli saham dalam jangka waktu pendek. Trader biasanya mengupdate informasi pasar saham setiap waktu.
Investor adalah sebutan untuk seseorang yang menanamkan uangnya pada pasar modal dengan jangka waktu menengah sampai panjang. Investasi jangka menengah adalah investasi untuk 1-5 tahun, sedangkan investasi jangka panjang adalah investasi lebih dari 5 tahun.

Antara trader dan investor sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Trader memiliki kelebihan akan memperoleh keuntungan yang langsung sedangkan investor harus lebih bersabar. Modal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang trader relatif cukup besar dikarenakan untuk mendapatkan keuntunngan yang sepadan, sedangkan investor dapat memasukkan dana secara bertahap dengan kata lain investor menabung saham secara bertahap.

Trader dan Investor harus sama-sama paham akan resiko di pasar saham. Mereka juga harus melakukan analisis sebelum memutuskan saham mana. Namun bedanya trader melakukan analisis setiap akan bertransaksi dan menjadi trader yang pintar untuk meminimalkan resiko dan memaksimalkan keuntungan, sedangkan seorang investor wajib melakukan analisis mendalam terkait perusahaan yang akan dipercaya memberikan keuntungan maksimal dan memperkecil resiko.

Trader akan cenderung memilih saham bluechips sedangkan investor akan lebih memilih perusahaan dengan usaha yang memiliki masa depan yang baik biasanya memiliki usaha yang simpel.

Jadi tentukan diri anda adalah seorang trader atau investor. Jangan pernah takut menjadi trader yang pintar atau menjadi investor yang cerdas.

Salam,
Dewi Adi Putri